Target Pemilu 2009:
Partai GOLKAR Menang, Suara Bertambah!
SOLOK SELATAN – Dalam sejarah perpolitikan di Tanah Air sejak kemerdekaan hingga reformasi, barangkali tak ada kekuatan politik yang seunik dan sekuat Partai Golongan Karya (Golkar). Bahkan, partai tersebut bertekad untuk memetik kemenangan pada Pemilu 2009.
Drs.H.Fahmi Idris, anggota Dewan Penasihat DPP Partai Golkar dalam apel akbar Partai Golkar di Solok Selatan (Solsel) Minggu (30/3) menilai, bahwa perubahan di Indonesia sejak era reformasi 1998-2004) yang disebutnya sebagai periode krisis dan pemulihan Partai Golkar, terjadi luar biasa. Rakyat menghendaki adanya reformasi demokratisasi, politik dan kehidupan kenegaraan.
Di balik cita-cita reformasi itu, ada pihak-pihak yang berupaya menghancurkan hingga ancaman pembubaran Partai Golkar.
Menurutnya, dengan kondisi demikian para kader Golkar yang menghendaki perubahan tampil dengan paradigma barunya, dan tidak lagi menjadi mesin politik bagi penguasa, seperti yang pernah dilakukan pemerintah Orde Baru di bawah rezim Soeharto.
Dalam kurun waktu tersebut Partai Golkar telah mengikuti dua kali pemilihan legislatif pada tahun 1999 dan 2004. Meski sempat digoyang pihak-pihak tertentu yang tidak menghendaki eksistensi Partai Golkar, namun dalam Pemilu 1999 Golkar tetap mendapat kepercayaan rakyat sehingga menempati posisi pemenang kedua. Pada Pemilu 2004, telah terjadi pemulihan Partai Golkar sehingga mampu menjadi pemenang Pemilu legislatif di DPR RI dan sebagian besar di kabupaten/kota di Indonesia, termasuk Sumbar.
Fahmi juga mengatakan, bahwa eksisnya Partai Golkar tersebut tentu tidak terlepas dari dukungan pada kader dan simpatisan dan masyarakat Indonesia pada umumnya, dan Sumbar khususnya. Hal itu menunjukkan partai tersebut masih dicintai para pendukungnya.
Khusus di Sumbar pada Pemilu 1999, Partai Golkar di daerah ini telah meraih 24 persen lebih, Pemilu 2004 27,9 persen. Pada Pemilu 2009, DPDI Partai Golkar juga optimis akan memenangkan Pemilu, dengan perolehan suara 35 persen, tambah Ketua DPD Partai Golkar Sumbar H. Leonardy Harmainy. “Kita optimis Partai Golkar menang, ini karena Partai Golkar akar rumput (grass root), bahkan kita punya pemilih tradisional di sejumlah kabupaten dan kota yang mengidolakan Golkar, meski saat ini telah menjamur banyak partai,” kata Leonardy.
“Target 30 persen secara nasional adalah suara yang sangat signifikan, target itu akan diraih Golkar pada pemilu mendatang,” tambah Fahmi.
Fahmi menyebutkan, dalam kurun 2004-2009 disebutnya sebagai periode kebangkitan menuju tinggal landas Partai Golkar. Dalam periode ini akan terjadi proses perubahan kehidupan berbangsa dan bernegara dengan kehidupan politik yang berbeda dan tantangan yang lebih berat. Dalam kerangka itu Partai Golkar harus mampu tampil dengan strategi baru untuk menjawab perubahan dan tantangan tersebut sehingga menjadi partai politik unggulan dan terdepan.
Pada kesempatan itu, Fahmi meminta semua pengurus maupun kader Partai Golkar terus meningkatkan kinerja terutama dalam menghadapi sejumlah agenda politik penting saat ini, yakni terpenuhinya target pemenangan Partai Golkar di Pemilu legislatif, Pemilu presiden (Pilpres) dan Pilkada di sejumlah daerah di Indonesia, termasuk di Sumbar.
Fahmi juga mengungkapkan pentingnya faktor koordinasi, baik secara vertikal maupun horizontal, ini untuk lebih mensukseskan program-program partai.
Tri Sukses
Leonardy mengatakan, untuk menjawab tantangan dan peluang pada periode kebangkitan menuju tinggal landas, Partai Golkar bertekad mengusung dan melaksanakan Tri Sukses, yakni sukses konsolidasi, sukses reformasi pembangunan nasional, sukses Pilkada dan Pemilu 2005-2009.
Menurutnya, dengan pelaksanaan Tri Sukses tersebut diharapkan dapat dicapai sasaran sebagai berikut:
Pertama, sukses konsolidasi dan pengembangan Partai Golkar antara lain meliputi mantapnya pemahaman seluruh kader dan anggota Partai Golkar tentang tujuan, doktrin, visi-misi serta paradigma Partai Golkar. Kemudian, mantapnya kekuatan infrastruktur Partai Golkar, mantapnya soliditas di seluruh jajaran kepengurusan Partai Golkar, semakin luasnya basis dukungan Partai Golkar, terwujudnya citra Partai Golkar sebagai partai politik yang modern yang mengedepankan budaya profesionalitas, prestasi, disiplin, keterbukaan, demokratis, berkualitas, mengakar, egaliter dan senantiasa terhadap aspirasi rakyat.
“Di samping itu tercapainya posisi Partai Golkar dalam percaturan politik nasional sebagai penggerak dan pilar demokrasi Indonesia,” katanya.
Kedua; sukses reformasi pembangunan
Dalam hal ini diharapkan terwujud seluruh amanat reformasi di segala bidang pembangunan dan kelembagaan dengan memusatkan orientasi pada penigkatan kesejahteraan dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, terlaksananya pencapaian seluruh sukses reformasi pembangunan nasional, terwujudnya peran kemitraan yang kian kritis konstruktif sebagai kekuatan penyeimbang dalam rangka menyelenggarakan proses checks and balances, terwujudnya kedewasaan dan tradisi demokrasi yang bertanggungjawab dan bermartabat dalam era transisi demokrasi.
Di samping itu juga tercapainya posisi Partai Golkar sebagai pelopor terjadinya perubahan dan pembaruan menuju percepatan kebangkitan Indonesia pada semua aspek kehidupan berbangsa dan bernegara sebagai perwujudan cita-cita reformasi dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Ketiga; sukses Pilkada dan Pemilu 2005-2009
Dalam program ini diharapkan terwujudnya eksistensi Partai Golkar sebagai organisasi partai politik yang mandiri, demokratis, berakar, egaliter, solid dan modern, serta berorientasi kepada karya dan kekaryaan.
Kemudian berhasilnya Partai Golkar memperjuangkan kadernya menduduki jabatan-jabatan politik melalui pemilihan kepala-kepala daerah baik di tingkat provinsi maupun kabupaten dan kota, berhasilnya Partai Golkar memengakan kembali pemilu legislatif di semua tingkatan dalam rangka peningkatan fungsi dan perannya di lembaga-lembaga perwakilan sebagai wahana memperjuangkan kepentingan rakyat, serta berhasilnya Partai Golkar memenangkan pemilihan presiden dan wakil presiden 2009.
Sebagai Parpol, katanya, Partai Golkar sekarang ini telah melakukan berbagai perubahan, dengan paradigma barunya. Aspek pembaharuan telah ditunjukkan melalui perubahan struktur atau kelembagaan, dan aspek kesinambungan tampak pada kekukuhan Partai Golkar untuk tertap berideologi Pancasila dan doktrin karya-kekaryaan.
Pembaharuan ini di samping dimaksudkan meluruskan sejumlah kekeliruan lama, juga diarahkan mewujudkan Partai Golkar yang mandiri, demokratis, kuat, solid, berakar dan responsif. Dengan paradigma baru maka Partai Golkar diharapkan menjadi Parpol yang modern dalam pengertian sebenarnya. Yakni, tidak lagi sebagai “partainya penguasa” (the Ruler’s party) yang hanya menjadi mesin Pemilu atau alat politik untuk melegitimasi kekuasaan sebagaimana dalam paradigma lama.
Paradigma baru ini telah diwujudkan melalui pembaharuan internal, terutama terhadap struktur atau kelembagaan organisasi yang selama ini mempunyai akses yang terlalu besar terhadap organisasi yang membatasi kemandirian Partai Golkar. Langkah-langkah pembaharuan kelembagaan tersebut juga diikuti dengan diwujudkannya prinsip kedaulatan di tangan anggota, yaitu mekanisme pengambilan setiap keputusan organisasi dilakukan secara lebih terbuka, demokratis, dari bawah (bottom up), dan dengan pemungutan suara secara langsung.
Menurutnya, dengan paradigma baru ini, doktrin Partai Golkar tetap sebagai kelanjutan dari Sekretaris Bersama (Sekber) Golongan Karya yang lahir pada 20 Oktober 1964. Partai Golkar tetap berpegang pada doktrin karya dan kekaryaan, yaitu Karya Siaga Gatra Praja, tetapi dipahami secara kreatif dan dinamis serta sesuai dengan dinamika perkembangan zaman. Dengan doktrin karya kekaryaan, maka Partai Golkar selalu melihat masyarakat dalam perspektif fungsi, bukan dalam perspektif ideologi, apalagi aliran. Dengan doktrin karya kekaryaan Partai Golkar berorientasi pada program (program oriented) dan atau pemecahan masalah problem solving), bukan berorientasi pada aliran atau ideologi (ideology oriented).****


3 April 2008 at 5:41 pm
1.Untuk koreksi, foto ditulisan ini, ada 2 foto yang gambarnya kabur, mungkin resolusi warna fotonya kurang tinggi,segera diganti dengan foto yang jelas/tidak pecah resolusinya.
2.Agar tidak ada wordpress.com,bisa dibeli domain namemya.pakai kredit card,tidak mahal kalau di google hanya 10 US$ / years,dengan demikian kita juga bisa punya email sendiri sebanyak kurang leboh 200 email.
3.segera dibeli domain namenya,dan segera dipublikasikan.